Market Berita
Rangkuman pekan 23 Desember 2022: FTX, QuadrigaCX, dan undang-undang Brasil

Pekan hingga 23 Desember 2022 membawa banyak kabar aset digital: proses hukum FTX, pergerakan dompet lama, dan rencana restrukturisasi. Berikut rangkuman perkembangan pada masa tersebut.
Dompet terkait QuadrigaCX kembali aktif
Meskipun FTX mendominasi berita, salah satu perkembangan paling mengejutkan justru menyangkut QuadrigaCX, bursa Kanada yang sudah runtuh beberapa tahun sebelumnya.
Pada pertengahan Desember 2022, sekitar 104 BTC berpindah dari alamat lama yang terkait QuadrigaCX. Riwayatnya mencakup pengiriman keliru sekitar 104 BTC pada 6 Februari 2019, yang dilaporkan Ernst & Young sebagai pengawas yang ditunjuk pengadilan. Laporannya menyebut kesalahan pengaturan platform Quadriga, bukan EY sendiri yang mengirimkan dana. Mengetahui alamat tidak berarti EY menguasai kunci pribadinya.
Pergerakan itu memunculkan kembali pertanyaan mengenai pihak yang dapat menggunakan dana. Namun, transaksi tersebut tidak mengidentifikasi pelakunya ataupun membuktikan rumor bahwa Gerald Cotten memalsukan kematiannya. Kematian Cotten telah diumumkan secara resmi.
Menurut analisis yang dikutip saat itu, sebagian BTC menuju transaksi terkait Wasabi, dompet dengan fungsi CoinJoin. Itu tidak otomatis berarti layanan pencampuran berkustodi. Penggunaan dompet tersebut tidak membuktikan identitas pelaku atau menjamin dana sama sekali tidak dapat dianalisis.
Banyak pelanggan masih menuntut dana akibat keruntuhan bursa. Perkiraan bahwa perkara berlanjut pada 2023 merupakan pandangan saat penulisan, bukan laporan keadaan sekarang.
Perkembangan FTX
Pada pekan yang sama, perkara FTX menjadi perhatian media industri maupun media umum. Perkembangan utamanya meliputi:
- Sam Bankman-Fried diekstradisi dari Bahamas ke AS pada 21 Desember 2022.
- Pada 22 Desember, ia dibebaskan bersyarat dengan surat jaminan pribadi bernilai US$250 juta, bukan pembayaran tunai di muka sebesar itu atau denda.
- SEC dan CFTC mengajukan gugatan perdata atas peran para eksekutif FTX; perkara ini berbeda dari penuntutan pidana.
- Caroline Ellison telah mengaku bersalah pada 19 Desember dan menyepakati kerja sama dengan kejaksaan SDNY. Kesepakatan itu bukan pengunduran diri ataupun pembebasan umum dari hukuman.
Sengketa dalam proses kepailitan terus berlangsung, termasuk mengenai aset yang diklaim BlockFi. Klaim kepemilikan tidak sama dengan pengakuan final oleh pengadilan. Ada pula upaya meminta pengembalian donasi politik yang diduga berkaitan dengan dana yang disalahgunakan, bukan bukti bahwa setiap donasi atau penerimanya melanggar hukum. Semua uraian ini merujuk Desember 2022.
Kepailitan dan rencana restrukturisasi
Penurunan harga Bitcoin, kenaikan biaya energi, dan beban utang menekan banyak penambang berbasis bukti kerja. Biaya berbeda antarperusahaan, sehingga tidak tepat menyatakan semuanya memproduksi Bitcoin dengan kerugian yang sama. Core Scientific (CORZ ), salah satu perusahaan pertambangan tercatat terbesar, mengajukan reorganisasi berdasarkan Chapter 11 pada 21 Desember 2022 sambil merencanakan kelanjutan operasi. Untuk pelanggan Voyager yang juga berada dalam kepailitan, diumumkan pada 19 Desember bahwa Binance.US terpilih sebagai penawar dengan rencana pembelian senilai sekitar US$1,022 miliar. Transaksi memerlukan persetujuan serta syarat lain; belum selesai dan tidak menjamin pelunasan penuh pelanggan. Binance.US kemudian menarik diri pada April 2023.
Undang-undang Brasil
Presiden Brasil saat itu, Jair Bolsonaro, menandatangani Undang-Undang 14.478 pada 21 Desember 2022. Aturan ini diterbitkan pada 22 Desember dan dijadwalkan berlaku setelah 180 hari. Kerangka tersebut mengatur penyedia jasa aset virtual, sementara kewenangan CVM atas aset yang tergolong efek tetap dipertahankan. Definisi aset mencakup penggunaan untuk pembayaran atau investasi, tetapi tidak menjadikan Bitcoin alat pembayaran sah yang wajib diterima atau memaksa seluruh pedagang menerimanya.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari perhatian yang lebih luas terhadap aset digital di Amerika Tengah dan Selatan. Inflasi dan biaya remitansi sering disebut sebagai faktor yang mungkin mendorong minat, bukan sebab tunggal yang terbukti berlaku di setiap negara.
Undang-undang itu menetapkan prinsip tata kelola, transparansi, dan perlindungan konsumen, disertai perizinan dan aturan lanjutan. Tidak terdapat klausul umum eksplisit yang mewajibkan pemisahan aset pelanggan dan perusahaan seperti yang diklaim tulisan awal. Pertumbuhan adopsi di masa depan merupakan harapan, bukan kepastian.












