Sekuritas digital
Tokenisasi dan pemulihan kripto: perkembangan pada 2023
Pada akhir 2023, sejumlah harga aset kripto pulih setelah penurunan pada 2022 dan pergerakan mendatar selama sebagian 2023. Salah satu tema yang menarik perhatian ialah harapan atas ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Persetujuan AS baru terjadi pada Januari 2024. Larry Fink, saat itu CEO BlackRock (BLK ), menilai minat tersebut sebagai perpindahan ke aset yang dipersepsikan lebih aman. Itu merupakan pendapat, bukan bukti bahwa Bitcoin selalu menjadi tempat berlindung yang aman. Artikel ini membahas konteks 2023.
Selain ETF dan ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik, tokenisasi mendapat perhatian. Herwig Konings dari Security Token Advisors melihat peluang untuk mencatat hak atas aset secara digital. Namun, perhatian terhadap teknologi ini tidak membuktikan bahwa tokenisasi sendirian menyebabkan kenaikan harga kripto.
Bank dan pengelola dana melakukan uji coba serta memperkenalkan produk pada 2023. Bentuk penerapan dan persyaratan akses berbeda-beda.
Salah satu contohnya adalah ketika Euroclear memperkenalkan layanan penerbitan efek digital untuk obligasi Bank Dunia senilai 100 juta euro, sekitar 106 juta dolar AS saat itu. TD Securities bertindak sebagai dealer, sedangkan Citi menjadi agen penerbit dan pembayaran, bukan manajer investasi. Penerbitan dan penyelesaian berlangsung pada 23 Oktober 2023, lalu diumumkan pada 24 Oktober. Infrastruktur digital Euroclear menggunakan Corda untuk mendukung penerbitan, distribusi dan penyelesaian.
Obligasi tiga tahun tersebut diterbitkan oleh International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), bagian dari Grup Bank Dunia, dan dicatatkan di bursa Luksemburg. Dananya mendukung pembangunan berkelanjutan. Infrastruktur digitalnya terhubung dengan sistem Euroclear yang sudah ada untuk kegiatan pasar selanjutnya.
Anshula Kant, direktur keuangan Grup Bank Dunia, menyebutnya langkah menuju digitalisasi pasar modal. Ini merupakan proyek tertentu, bukan bukti bahwa seluruh pasar sudah menggunakan sistem serupa.
Tokenisasi merupakan pencatatan digital atas hak atau klaim yang berkaitan dengan aset dunia nyata, bukan perubahan fisik aset menjadi kode. Efisiensi, biaya lebih rendah, akses dan transparansi bergantung pada pelaksanaannya. Institusi yang disebut antara lain JPMorgan, Citi, Standard Chartered (STD.DE ), UBS, Goldman Sachs (GS ), Franklin Templeton, BlackRock, Swift dan LSEG. Mereka tidak semuanya menawarkan produk atau akses yang sama.
Survei EY-Parthenon pada 2023 mencakup 78 investor institusional dan 251 investor terakreditasi atau beraset tinggi di AS. Sebanyak 83% kelompok institusional dan 91% kelompok individu memperkirakan akan berinvestasi dalam obligasi bertoken hingga 2026. Alokasi portofolio institusional yang diharapkan untuk aset bertoken adalah 5,6% pada 2026. Ini rencana dalam suatu sampel, bukan investasi global yang sudah terealisasi.
Colin Cunningham, yang saat itu menangani pertumbuhan di Centrifuge, membedakan minat institusi dengan permintaan nyata terhadap produk yang dibahas pada konferensi TokenizeThis.
Menurutnya, permintaan dari pembeli institusional inovatif yang bersedia mengambil risiko masih terbatas pada segmen tersebut. Penilaian dari 2023 ini tidak membuktikan bahwa tidak ada permintaan institusional sama sekali di seluruh pasar.
Ia melihat peluang melalui kemitraan ekosistem. DAO telah membangun cadangan sendiri, sementara jaringan seperti Polygon dan Arbitrum memiliki pengguna dan modal. Cadangan DAO adalah dana organisasi tersebut, bukan kas pemerintah.
Perkembangan pasar modal berbasis blockchain
Pada 2023, MakerDAO memperluas eksposurnya terhadap aset dunia nyata atau RWA, termasuk melalui struktur yang melibatkan BlockTower. Artikel menyebut sekitar 2,7 miliar dolar AS dalam posisi RWA, dengan bagian penting berupa surat utang pemerintah AS berjangka pendek. Angka itu merupakan keterangan historis, bukan neraca terbaru. Seluruh portofolio tersebut tidak boleh disamakan dengan satu dana kredit BlockTower.
Tujuannya adalah mendiversifikasi aset pendukung DAI, stablecoin yang ditargetkan mengikuti nilai dolar AS. Angka 3,7 miliar dolar AS dalam artikel juga merupakan gambaran pada saat itu, bukan nilai yang tetap atau terkini. Target nilai satu dolar bukan jaminan mutlak atas harga token.
Maker memulai program investasi surat utang pemerintah pada Oktober 2022, tetapi sudah memiliki kegiatan RWA lain sebelumnya. Suku bunga yang lebih tinggi mendukung pendapatan. Porsi 70–80% sekitar pertengahan September 2023 adalah angka pendapatan terkait RWA yang disebut artikel, bukan tingkat imbal hasil saat ini atau jaminan keuntungan pemegang DAI.
Cunningham menilai kerja sama dengan BlockTower sebagai contoh pembiayaan melalui DeFi di samping blockchain privat yang dikembangkan institusi tradisional. Itu tidak menghapus risiko keuangan dan hukum.
Menurutnya, dana kredit yang menggunakan teknologi tersebut dapat dibangun, tetapi memerlukan banyak penataan. Teknologi tidak menggantikan kontrak, layanan pengelolaan atau pengawasan pinjaman yang mendasarinya.
Ia membahas perkembangan tersebut dalam konteks keruntuhan FTX, masalah BlockFi, Terra dan perusahaan lain, serta kenaikan suku bunga. Dalam penilaiannya, kondisi itu menyulitkan pengembangan pasar modal kripto. Pernyataan tersebut merujuk pada periode itu.
Skenario tokenisasi sebesar 10 triliun dolar AS pada 2030 adalah perkiraan optimistis. Itu bukan nilai akhir yang pasti ataupun bukti bahwa adopsi kripto secara luas akan terjadi dengan sendirinya.
Tokenized Asset Coalition didirikan pada September 2023 oleh Aave Companies, Circle, Coinbase, Base, Credix, Centrifuge, Goldfinch dan RWA.xyz. Kelompok itu mendorong kerja sama mengenai blockchain publik dan aset bertoken. Catatan bersama tetap memerlukan data yang benar dan pengakuan hukum atas hak terkait.
Cunningham mendorong tata kerja institusional yang lebih teliti serta kerangka yang sesuai. Ajakan membangun praktik tersebut merupakan tujuan pengembangan, bukan standar lengkap yang telah berlaku di seluruh pasar.
Menurutnya, pengelola aset atau kredit yang lebih kecil dapat menyelidiki saluran penerbitan dan investasi baru melalui DeFi. Kemampuan bersaing dengan pengelola besar tetap bergantung pada kualitas produk, biaya, pendanaan dan kepatuhan, bukan sekadar penggunaan token.
Arah pengembangan tokenisasi aset keuangan
Produk bertoken yang berkaitan dengan surat utang pemerintah AS mendapat perhatian pada 2023. Artikel mengutip RWA.xyz untuk kenaikan pasar dari sekitar 100 juta dolar AS pada awal 2023 menjadi 698 juta dolar AS pada tanggal pengamatan saat itu. Angka tersebut memiliki cakupan tertentu dan bukan ukuran pasar terkini.
Kenaikan bunga surat utang berjangka pendek memperbesar perbedaannya dengan sebagian imbal hasil DeFi. Hal ini dapat menarik minat, tetapi setiap produk tetap memiliki biaya serta risiko kredit, penyimpanan dan hukum.
Cunningham menjelaskan minat itu sebagai pencarian pendapatan setelah penurunan imbal hasil kripto sebelumnya. Pertumbuhan produk tertentu tidak berarti modal atau likuiditas tersedia tanpa batas.
Pembahasan lebih lanjut terdapat dalam riset Coinbase tertanggal 30 Oktober 2023. Riset itu meninjau minat sejak 2017 dan pergeseran menuju aset keuangan; bukan pertumbuhan tanpa jeda. Penyerahan dan pembayaran serentak dapat mengurangi risiko penyelesaian tertentu, tetapi tidak otomatis menghapus semua risiko pihak lawan atau telah diterapkan sepenuhnya pada setiap platform.
Kisaran 5,25–5,50% mengacu pada target suku bunga kebijakan AS pada 2023, bukan imbal hasil seluruh token atau bunga saat ini. Perbandingan dengan 2017 harus menentukan tanggal yang tepat. Dalam survei EY, 49% responden institusional menyebut ketidakpastian regulasi sebagai kendala penting.
Pada Oktober 2023, Coinbase memperkirakan pengembangan lebih lanjut dapat memerlukan satu hingga dua tahun. Itu adalah pandangan saat itu, bukan tenggat yang dimulai lagi hari ini atau bukti bahwa penerapan penuh telah selesai.
Regulator mengembangkan uji coba dan kerangka untuk pengelolaan aset, valuta asing dan produk pendapatan tetap pada 2023. Perbedaan aturan dan ketidakpastian hukum juga ada di luar AS.
Pada 30 Oktober 2023, Monetary Authority of Singapore mengumumkan kelompok pembuat kebijakan Project Guardian bersama FSA Jepang, FCA Inggris dan FINMA Swiss. Tujuannya memperkuat kerja sama lintas negara, bukan menyatukan seluruh hukum atau memberikan akses pasar tanpa batas.
Cunningham juga menyoroti perbedaan pemahaman antara investor yang terutama menggunakan blockchain dan investor di pasar tradisional.
Ia menganggap pemahaman bersama tentang hak, produk dan tata pasar perlu diperbaiki. Representasi digital tidak otomatis membuat investasi mudah dinilai.
Investor tradisional mempunyai saluran lain, tetapi tetap menghadapi batas hukum dan praktis. Investor yang hanya bertransaksi melalui blockchain bergantung pada produk yang tersedia dan kelayakan mereka untuk membelinya.
Untuk produk berjangka panjang, syarat penjualan dan pencairan perlu diperiksa. Tidak semua produk melarang pencairan selama 12 bulan. Jika tidak ada pencairan sebelum jatuh tempo, perlu diketahui apakah tersedia pasar sekunder dan berapa biaya menjualnya.
Cunningham menekankan pentingnya perdagangan pasar sekunder bagi pengembangan lebih lanjut. Penerbitan token sendiri tidak otomatis menciptakan likuiditas.












