ETF
Reksa Dana Indeks melawan ETF – Semua yang Harus Diketahui Investor
Reksa Dana Indeks vs ETF
Reksa dana indeks adalah reksa dana yang dikelola secara pasif dan melacak sebuah indeks. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan karena reksa dana biasanya dikelola secara aktif, sementara exchange traded funds (ETF) biasanya dikelola secara pasif. Artikel ini diharapkan membantu Anda memahami perbedaan antara reksa dana indeks dan ETF.
Reksa dana (termasuk reksa dana indeks) dan ETF keduanya merupakan jenis dana yang dikelola secara profesional dan mengumpulkan modal dari banyak investor. Perbedaan utama adalah bahwa ETF terdaftar dan diperdagangkan seperti saham, sedangkan reksa dana tidak.
Reksa dana yang dikelola secara aktif dikelola oleh manajer dana yang membuat keputusan investasi secara berkelanjutan dengan tujuan mengungguli sebuah indeks, atau ‘pasar’. Sebaliknya, reksa dana yang dikelola secara pasif dirancang untuk meniru sebuah indeks sehingga kinerja dana mencerminkan kinerja indeks seakurat mungkin. Investasi pasif juga dikenal sebagai indexing – sebenarnya istilah indexing yang pertama kali diciptakan.
Sebenarnya dapat dikatakan bahwa ETF adalah reksa dana indeks karena mereka adalah dana yang melacak sebuah indeks. Namun, istilah index fund biasanya digunakan untuk merujuk pada reksa dana yang dikelola secara pasif – dan untuk tujuan artikel ini, ketika kami menyebut index fund kami merujuk pada reksa dana yang melacak indeks.
Sejarah Reksa Dana Indeks
Reksa dana pertama diluncurkan pada tahun 1920-an. Baru pada tahun 1975 indeks dana pertama diluncurkan – meskipun itu masih sekitar 18 tahun sebelum ETF muncul.
Indeks dana pertama diluncurkan oleh Jack Bogle yang banyak dianggap sebagai bapak investasi pasif. Dana yang melacak indeks S&P 500 awalnya disebut First Index Investment Trust. Nama tersebut kemudian diubah menjadi Vanguard 500 Index Fund, dan dana ini masih ada hingga hari ini, meskipun tidak menerima investor baru.
Perbedaan antara Reksa Dana Indeks & ETF
Reksa dana indeks dan ETF memiliki fungsi yang sama, dan dari sudut pandang manajer dana, sebenarnya perbedaannya sangat sedikit. Namun, dari sudut pandang investor, terdapat beberapa perbedaan karena struktur hukum mereka dan cara mereka diperdagangkan. Untuk penjelasan yang lebih komprehensif tentang perbedaan antara reksa dana dan ETF, Anda dapat membaca postingan kami sebelumnya tentang topik ini.
Berikut adalah perbedaan penting antara reksa dana indeks dan ETF dari perspektif investor.
Penetapan Harga
Reksa dana indeks dipatok sekali setiap hari, dan semua transaksi didasarkan pada NAV (nilai aset bersih) dana pada saat itu. Ketika Anda berinvestasi dalam reksa dana indeks atau menebus unit reksa dana indeks, transaksi akan didasarkan pada nilai tepat aset yang diwakili oleh unit tersebut.
ETF terdaftar di bursa saham seperti saham lainnya dan diperdagangkan sepanjang hari. Saat Anda membeli ETF, Anda membayar harga tawaran (offer price) dan saat Anda menjual ETF Anda menerima harga permintaan (bid price). Harga tawaran biasanya sedikit lebih tinggi daripada NAV, sementara harga permintaan biasanya sedikit lebih rendah daripada NAV. Selisih antara harga tawaran dan permintaan (bid‑offer spread) menjadi biaya tambahan bagi investor ETF. Semakin likuid sebuah ETF dan sekuritas dasarnya, semakin dekat dana tersebut diperdagangkan dengan NAV, dan semakin sempit selisih bid‑offer.
Waktu Perdagangan
Seperti disebutkan, ETF diperdagangkan sepanjang hari, sementara reksa dana indeks hanya diperdagangkan sekali per hari, biasanya pada harga penutupan. Ini berarti hanya ETF yang cocok untuk trader aktif. Faktanya, siapa pun yang ingin menyesuaikan waktu perdagangannya selama hari harus memperdagangkan ETF.
Anda juga dapat memperdagangkan ETF dengan limit order, yang berarti perdagangan Anda hanya akan dieksekusi jika mencapai harga yang Anda inginkan.
Komisi
Karena ETF diperdagangkan di bursa saham, komisi harus dibayarkan kepada pialang saham. Hal ini dulu menjadi masalah besar, tetapi kini komisi sangat rendah dan hanya memberikan perbedaan signifikan jika nilai perdagangan sangat kecil.
Beberapa reksa dana indeks memang mengenakan komisi di muka, tetapi juga memungkinkan menemukan reksa dana indeks yang tidak mengenakan komisi.
Distribusi
ETF biasanya mendistribusikan semua dividen yang dibayarkan oleh perusahaan dalam dana kepada investor. Jika Anda ingin menginvestasikan kembali uang tersebut ke dalam dana, Anda harus membeli saham baru, dan harus membayar komisi tambahan untuk melakukannya.
Beberapa reksa dana indeks secara otomatis menginvestasikan kembali dividen ke dalam saham indeks. Ini berarti distribusi diinvestasikan kembali atas nama Anda, tanpa komisi. Dana-dana ini disebut dana akumulasi, sementara dana distribusi membayarkan dividen kepada investor.
Ukuran Perdagangan Minimum
Ukuran perdagangan minimum untuk ETF adalah nilai satu saham. Reksa dana biasanya memiliki jumlah minimum yang dapat diinvestasikan. Ini tergantung apakah investasi berupa lump sum atau debit berulang – tetapi minimumnya dapat berkisar antara $50 hingga $10.000. Dengan demikian, untuk kebanyakan indeks, Anda kemungkinan akan menemukan reksa dana indeks di kisaran bawah skala tersebut.
Anda juga dapat berinvestasi dalam reksa dana indeks menggunakan debit langsung yang dijadwalkan secara reguler. Hal ini memungkinkan tetapi sedikit lebih rumit bagi investor ETF.
Broker ETF yang Direkomendasikan
Kesimpulan
Secara umum, reksa dana indeks dan ETF memiliki tujuan yang sama, meskipun perbedaan kecil berarti ada situasi di mana salah satunya lebih cocok daripada yang lain. ETF biasanya lebih cocok untuk investor aktif dan investor yang menginginkan kontrol lebih besar atas eksekusi. Reksa dana cocok untuk investor jangka panjang dan mereka yang ingin berinvestasi secara berkala menggunakan debit langsung.













