Bioteknologi
Top 10 Perusahaan Biotech Big Data

Lebih Banyak Data untuk Obat yang Lebih Baik
Ketika kita mempelajari lebih banyak tentang biologi, kita menyadari bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui. Ini dimulai dengan revolusi genomik dan urutan genom manusia pertama yang diurutkan pada awal 2000-an.
Genomik sekarang telah bergabung dengan dataset lain seperti transcriptomik, proteomik, metabolomik, mikrobiom, dll., membentuk ilmu “multiomik” yang baru. Kami membahas evolusi ini lebih lanjut dalam “Multiomik Adalah Langkah Berikutnya dalam Bioteknologi“.
Alat-alat baru ini telah menciptakan banjir data yang membawa informasi rinci tentang aktivitas internal sel, terkadang hingga ke tingkat atom. Penggerak utama pertumbuhan data ini telah menjadi runtuhnya harga urutan gen dan bahan biologis lainnya seperti protein.

Sumber: ResearchGate
Hal ini telah menciptakan antusiasme tentang potensi “Big Data” dalam biotek, meniru konsep big data dari bidang lain yang lebih didorong oleh IT.
Sudah pada tahun 2018, majalah Barron’s bertanya “Apakah Big Data akan Mengarah pada Pengembalian Biotech yang Besar?” dan industri mulai bertanya “Mengimplementasikan Pengolahan dan Analisis Data Skala Besar untuk Bioproses”
Beberapa perusahaan berada dalam posisi yang baik untuk mendapat manfaat dari upaya menciptakan dan menganalisis data biologis skala besar.
AI Bergabung dengan Big Data?
Pengembangan baru dalam beberapa tahun terakhir adalah munculnya AI. Sementara AI memasuki kesadaran publik terutama pada 2023, dengan LLM (Large Language Model) seperti ChatGPT, industri biotek telah mengadopsi AI beberapa tahun sebelumnya.











