Investasi 101

Private Equity dan Perbankan Investasi: Apa Bedanya?

mm
Tambahkan Securities.io ke sumber pilihan Anda di Google

Investasi ekuitas nonpublik atau private equity (PE) dan layanan perbankan investasi atau investment banking (IB) memiliki fungsi berbeda dalam keuangan perusahaan. PE menanamkan modal untuk memperoleh kepemilikan, sedangkan IB membantu klien menghimpun dana dan melakukan transaksi. Keduanya dapat saling bekerja sama, tetapi bukan dua produk investasi yang langsung sebanding.

Pergerakan pasar dapat bertentangan dengan perkiraan investor cukup lama hingga menimbulkan tekanan pada keuangannya.

Karena itu, memahami model bisnis, penggunaan modal, dan risiko masing-masing lebih berguna daripada mengandalkan prediksi pasar semata.

Mengapa Mengetahui Perbedaannya Penting bagi Investor?

Walaupun sama-sama berkaitan dengan perusahaan dan pendanaan, kegiatan investasi PE berbeda dari jasa yang disediakan bank investasi. Memahami perbedaan ini membantu investor untuk:

  1. Menempatkan aset sesuai tujuan: Menilai bagaimana dana digunakan, siapa yang menanggung risiko, serta biaya dan ketentuan investasi. Membeli unit dana PE berbeda dari membeli saham bank investasi atau menggunakan jasa bank tersebut.
  2. Menilai Toleransi Risiko: Investasi pada dana PE dapat sulit dicairkan dan mengikat modal selama bertahun-tahun. IB bukan jenis aset yang dengan sendirinya menjanjikan likuiditas lebih cepat. Likuiditas bergantung pada instrumen yang benar-benar dimiliki investor.
  3. Memahami Dinamika Pasar: Aktivitas merger dan akuisisi dapat memberi informasi tentang strategi perusahaan, tetapi kenaikannya tidak otomatis berarti pasar sedang optimistis. Transaksi juga dapat didorong restrukturisasi, kebutuhan pendanaan, atau penjualan aset.

Perbedaan utama

  • Private Equity:
    • PE menanamkan modal pada perusahaan yang tidak tercatat di bursa atau mengakuisisi perusahaan tercatat untuk dijadikan perusahaan nonpublik. Ini bukan perbedaan antara perusahaan milik pemerintah dan milik swasta.
    • Investasi biasanya berjangka panjang. Posisi dapat berupa kepemilikan minoritas atau kendali, tergantung strategi dan perjanjian.
    • Pengelola PE dapat terlibat dalam pengawasan dan pengembangan perusahaan, dengan tujuan menjual investasi di kemudian hari. Peningkatan usaha dan keuntungan saat keluar tidak dijamin.
  • Investment Banking:
    • Bank investasi membantu perusahaan menghimpun modal, antara lain melalui penjaminan emisi, serta memberi nasihat dalam merger dan akuisisi.
    • Layanannya dapat mencakup penilaian perusahaan, negosiasi, penyusunan struktur transaksi, dan proses penawaran efek.
    • Imbalannya dapat berupa biaya jasa tetap, biaya berdasarkan penyelesaian transaksi, atau kombinasi keduanya. Peran penasihat tidak selalu memerlukan kepemilikan jangka panjang, meskipun grup keuangan yang sama dapat memiliki kegiatan investasi lain. Risiko penjaminan emisi bergantung pada kesepakatan.

Ilustrasi: pertumbuhan dan penjualan TechCo

TechCo adalah perusahaan teknologi fiktif. Ketika usaha dan persiapannya memadai, perusahaan dapat menunjuk bank investasi untuk membantu penawaran umum perdana atau IPO. Bank membantu proses pendanaan sesuai mandatnya dan memperoleh biaya jasa. Tidak semua perusahaan rintisan siap atau cocok melakukan IPO.

Beberapa tahun kemudian, sebuah pengelola PE mungkin melihat peluang memperbaiki kinerja TechCo dan membeli saham pengendalinya. Jika transaksi tersebut mencakup perubahan menjadi perusahaan nonpublik, diperlukan proses hukum dan prosedur bursa yang sesuai; pembelian saham pengendali saja tidak otomatis menghapus pencatatan. Pengelola kemudian dapat mengubah strategi dan operasi perusahaan.

Kelak, pengelola mungkin menjual investasinya kepada pembeli lain atau melalui IPO baru jika persyaratannya terpenuhi. Hasilnya dapat berupa keuntungan atau kerugian, tergantung perkembangan bisnis, harga beli, biaya, dan kondisi penjualan.

Kesimpulan

PE berfokus pada penanaman modal dan kepemilikan perusahaan, sedangkan IB terutama menyediakan jasa penghimpunan modal dan konsultasi transaksi. Perbedaan ini penting untuk memahami risiko, biaya, jangka waktu, dan sumber imbal hasil. Keduanya tidak memberikan jaminan keuntungan.

Daniel adalah seorang pendukung kuat untuk potensi blockchain untuk mengganggu keuangan tradisional. Ia memiliki passion yang mendalam untuk teknologi dan selalu menjelajahi inovasi dan gadget terbaru.