Ilmu material
Terlalu Bagus untuk Jadi Nyata? Kebenaran Klaim LK-99 Dipertanyakan

Ketika berita muncul bulan lalu, yang merinci penemuan LK-99 – sebuah superkonduktor suhu ruang dan tekanan atmosfer yang diklaim – kegembiraan terasa nyata. Penemuan semacam itu akan menghasilkan kemajuan yang mengubah dunia dalam berbagai teknologi. Setelah menunggu dengan cemas verifikasi kebenaran klaim seputar LK-99, hasilnya baru saja dilaporkan dari berbagai laboratorium di seluruh dunia.

Sumber: X @condensed_the
The hasil? As seen above on its public X feed, in the eyes of the Condensed Matter Theory Center (CMTC), which operates out of the University of Maryland – they are not good. In addition, a separate short paper detailing the findings of a team operating out of the CSIR-National Physical Laboratory in India states that “Sampel yang baru disintesis tidak menunjukkan tanda apa pun dari levitasi superkonduktivitas pada magnet (diamagnetisme).” The team continues, “…tidak ada tanda superkonduktivitas pada LK-99 pada suhu ruang.”
Pengujian Berkelanjutan
Meskipun hasil awal ini menunjukkan kemungkinan tinggi bahwa temuan asli di balik LK-99 yang memicu kegembiraan tersebut merupakan penyimpangan, interpretasi yang tidak akurat, atau sekadar klaim palsu, masih ada berbagai laboratorium di seluruh dunia yang terus berusaha mereproduksi material tersebut dengan pendekatan berbeda. Dengan kelompok seperti Korean Society of Superconductivity and Cryogenics menyatakan kepada Bloomberg bahwa proses peninjauannya akan memakan waktu hingga 4 minggu, masih ada peluang bahwa rekreasi dapat terjadi – meskipun tampak sangat tidak mungkin pada saat ini.
Beli Rumor, Jual Berita
Menariknya, Bloomberg mencatat bahwa setelah berbagai klaim yang kini menolak LK-99 sebagai superkonduktor, berbagai saham yang terkait dengan bidang tersebut mulai jatuh setelah investor mulai ‘membeli rumor’ minggu lalu. Publikasi tersebut mencatat bahwa saham perusahaan seperti Duksung Co. dan Sunam Co., yang masing-masing terlibat dalam ilmu material, turun secara tajam pada awal hari hingga sekitar ~30%.
Bersihkan, Bilas, Ulangi
Jika ada kesepakatan yang terbentuk di seluruh komunitas ilmiah dalam beberapa minggu mendatang bahwa LK-99 memang TIDAK merupakan superkonduktor, maka peristiwa ini akan menandai lagi panggilan palsu pada tahun 2023 setelah sebuah tim dari University of Rochester mengira mereka juga menemukan jawabannya dengan menggabungkan lutetium, hidrogen, dan nitrogen. Secara khusus, langkah maju besar terakhir dalam superkonduktor terjadi 36 tahun yang lalu dengan senyawa kuprat yang memanfaatkan lapisan ion tembaga teroksidasi.
Dengan demikian, secara luas diyakini bahwa penemuan superkonduktor suhu ruang dan tekanan atmosfer akan terjadi pada akhirnya. Ketika itu terjadi, dunia akan tampak sangat berbeda.












