Aset digital
Multichain dan Protokol NEAR Bermitra untuk Meningkatkan Interoperabilitas
Multichain telah mengumumkan kemitraannya dengan NEAR protocol. Melalui kemitraan ini, Multichain ingin mempermudah penggunaan aset multi‑rantai dan meningkatkan komunikasi antar blockchain. Hal ini akan mendorong interaksi antara NEAR protocol dan jaringan terkemuka lainnya.
Multichain bekerja dengan NEAR protocol
Multichain akan mendukung NEAR protocol dengan memungkinkannya berkomunikasi dengan jaringan blockchain lain di sektor ini. NEAR adalah protokol yang menjadi sangat populer karena fitur dan alat yang ramah pengguna.
https://twitter.com/MultichainOrg/status/1498627195677331457
Protokol NEAR dikembangkan untuk memungkinkan pengembang dan tim mendapatkan insentif dalam mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (DApps). Protokol ini menggunakan proses sharding untuk meningkatkan kecepatan dan skalabilitas.
Integrasi terbaru dengan Multichain datang pada waktu yang krusial, karena NEAR protocol telah mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. NEAR menyediakan skalabilitas meskipun merupakan jaringan lapisan satu. Ia telah mencatat peningkatan adopsi dari keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan proyek NFT.
Ini bukan pertama kalinya NEAR mengeksplorasi solusi lintas rantai. Protokol ini sebelumnya berkolaborasi dengan Allbridge. Allbridge adalah solusi lintas rantai yang bekerja dengan beberapa blockchain terkemuka, termasuk Solana, Terra, dan Celo.
Sebagai salah satu jaringan blockchain populer di pasar, NEAR protocol akan bekerja dengan operator jembatan paling populer, meningkatkan interoperabilitas dan membawa solusi terbaik bagi banyak pengguna yang beroperasi di keduanya. Kemitraan ini bahkan dapat meningkatkan kesadaran pasar untuk kedua jaringan.
Pertumbuhan Multichain
Multichain adalah platform yang meningkatkan interoperabilitas antar jaringan yang berbeda. Sistem blockchain telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan masa depan sektor ini kini diyakini akan berpusat pada interoperabilitas. Melalui interoperabilitas, berbagai blockchain dapat bekerja sama, meningkatkan kenyamanan bagi pengguna.
Multichain berada di garis depan dalam mempromosikan interoperabilitas, dan telah bekerja dengan beberapa blockchain terkemuka di bidang ini. Karena itu, ia diyakini berada di garis depan dalam mengubah masa depan seluruh ekosistem blockchain.
Satu‑satunya cara ruang blockchain dapat mendorong adopsi yang lebih tinggi adalah jika blockchain dapat menemukan cara untuk bekerja sama. Bekerja sama tidak hanya menguntungkan pengguna, tetapi blockchain juga dapat saling melengkapi dan meningkatkan atribut mereka. Ini adalah faktor kunci yang dapat mendorong pertumbuhan seluruh ekosistem blockchain dan membuatnya lebih kuat dalam menghadapi ancaman eksternal.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Multichain adalah platform paling populer untuk menjembatani berbagai blockchain. Platform ini telah mendorong pertumbuhan, dan dapat mendukung lebih dari 1.600 token. Transaksi harian di Multichain mencapai ratusan juta dolar. Platform ini juga memiliki lebih dari 540.000 pengguna.
Protokol Multichain dirancang untuk mendukung blockchain yang tidak kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Blockchain yang tidak kompatibel dengan EVM biasanya mengalami kerugian dalam hal interoperabilitas, di sinilah Multichain berperan.
Multichain dikembangkan pada Juli 2020. Pada saat penciptaannya, ia dikenal sebagai Anyswap. Sejak awal, tujuan utamanya adalah memfasilitasi komunikasi antar blockchain yang berbeda. Setiap jaringan blockchain di bidang ini memiliki atribut unik, komunitas yang berdedikasi, dan ekosistem pengembangan. Masing‑masing memiliki serangkaian layanan yang ingin mereka berikan kepada pengguna.
Solusi yang disediakan oleh Multichain memungkinkan setiap jaringan blockchain berinteraksi satu sama lain. Ini unik dibandingkan jembatan lain karena mendukung jembatan berbasis likuiditas serta jembatan mint‑and‑burn. Jembatan mint‑and‑burn adalah yang paling populer di sektor ini. Cara kerjanya adalah dengan memungkinkan pengguna mengunci token di rantai awal lalu mencetak jumlah token yang sama di rantai kedua.












