Aset digital
Helium Inc. Mencapai Valuasi 1,2 Miliar Dolar AS dan Berganti Nama Menjadi Nova Labs

Helium Inc., perusahaan yang mengembangkan teknologi awal jaringan Helium terdesentralisasi, mengumumkan pendanaan Seri D senilai 200 juta dolar AS pada 30 Maret 2022. Setelah pendanaan tersebut, valuasi perusahaan mencapai 1,2 miliar dolar AS.
Perusahaan itu juga mengumumkan perubahan nama menjadi Nova Labs. Perubahan tersebut berlaku untuk perusahaan, sedangkan jaringan terdesentralisasinya tetap bernama Helium.
Helium Inc. meraih 200 juta dolar AS dalam pendanaan Seri D
Helium Inc. meraih 200 juta dolar AS melalui putaran pendanaan Seri D yang dipimpin oleh dana a16z crypto milik Andreessen Horowitz dan Tiger Global. Valuasi perusahaan sebelum masuknya modal baru adalah 1 miliar dolar AS. Investor lainnya mencakup Seven Seven Six, Deutsche Telekom (DTE.DE ), NGP Capital, GV, dan Goodyear Ventures.
Direktur operasional Nova Labs, Frank Mong, menyatakan bahwa pendanaan Seri D tersebut berupa investasi saham dan tidak melibatkan token.
Menurut Mong, dana itu antara lain akan digunakan untuk memperbesar tim Nova Labs yang saat itu beranggotakan sekitar 60 orang. Perusahaan terutama ingin merekrut insinyur untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur jaringan Helium agar dapat melayani permintaan pengguna yang terus bertambah.
“Kami membutuhkan bantuan. Jika memikirkan jangka panjang, ini jelas sebuah maraton, bukan lari cepat. Walaupun pertumbuhan kami sangat pesat, saya ingin seluruh tim dan ekosistem bergerak dengan ritme maraton. Bagi saya, ini adalah upaya selama beberapa dekade,” tambah Mong.
Para investor melihat potensi jaringan Helium. Menurut Mong, Goodyear Ventures tertarik pada penggunaan teknologi tersebut untuk mendukung sensor di dalam ban, bukan pada roda atau bagian mobil lainnya. Peserta pendanaan juga mencakup pelaku telekomunikasi seperti Deutsche Telekom dan Liberty Global (LBTYK ), serta NGP Capital, perusahaan modal ventura yang didukung Nokia.
Mengenai para investor baru tersebut, Mong mengatakan:
Senang melihat bahwa setidaknya beberapa pelaku lama di bidang ini memandang kami dengan rasa ingin tahu atau harapan.
Helium Inc. berganti nama menjadi Nova Labs
Nama Nova Labs dimaksudkan untuk memperjelas perbedaan antara perusahaan, jaringan Helium terdesentralisasi, blockchain jaringan tersebut, dan token HNT.
Nova Labs juga menyerahkan merek Helium kepada Decentralized Wireless Alliance, organisasi yang mendukung tata kelola dan komunitas jaringan. Organisasi itu sekaligus berganti nama menjadi Helium Foundation.
Perusahaan tersebut didirikan pada 2013 untuk mengembangkan komunikasi nirkabel, termasuk bagi perangkat Internet of Things (IoT) seperti pelacak dan sensor. Jaringan terdesentralisasinya diluncurkan pada 2019. Melalui hotspot Helium, peserta dapat menggunakan sambungan internet rumah untuk menyediakan cakupan radio bagi perangkat IoT dan memperoleh imbalan HNT. Sinyalnya dapat menjangkau beberapa kilometer, bergantung pada perangkat dan kondisi lingkungan.
Menurut pengumuman perusahaan, jumlah hotspot meningkat dari 14.000 pada awal 2021 menjadi sekitar 500.000 pada akhir tahun itu. Pada Maret 2022, Helium Foundation melaporkan lebih dari 680.000 hotspot.
Pada 2021, Helium bekerja sama dengan FreedomFi untuk mulai membangun jaringan 5G bagi perangkat seperti laptop, tablet, dan ponsel pintar. Mong menyebut kemungkinan standar masa depan seperti 6G, 7G, atau 10G untuk menekankan perlunya kesiapan jangka panjang. Nova Labs berencana terus bekerja bersama komunitas Helium dalam pengembangan jaringan terdistribusi di masa mendatang.
“Kami ingin mengganti nama untuk memperjelas bahwa kami tidak memiliki jaringan itu. Kami adalah pencipta dan pendirinya, tetapi teknologinya telah kami jadikan sumber terbuka. Penting untuk mengakui orang-orang yang tanpa lelah memperluas dan memelihara jaringan tersebut,” tambah Mong.
Untuk informasi lebih lanjut, baca panduan kami tentang investasi di Helium.










