Bitcoin Berita
Batas utang AS: pemungutan suara 31 Mei 2023, Bitcoin turun dan XDC naik

Pada 31 Mei 2023, Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui kesepakatan lintas partai mengenai batas utang federal dengan 314 suara mendukung dan 117 menolak. Pendukungnya terdiri dari 165 anggota Demokrat dan 149 anggota Republik; penolaknya 46 Demokrat dan 71 Republik. Kesepakatan itu merupakan kompromi antara Ketua DPR saat itu Kevin McCarthy dan Presiden Joe Biden. Ketika laporan awal ditulis pada 1 Juni, persetujuan Senat dan tanda tangan presiden masih ditunggu. Senat kemudian menyetujuinya pada 1 Juni, dan Biden menandatanganinya menjadi undang-undang pada 3 Juni 2023. Undang-undang itu menangguhkan penerapan batas utang hingga 1 Januari 2025.
Bitcoin turun di bawah US$27.000, sementara XDC mencatat kenaikan harian dua digit
Dalam laporan 1 Juni 2023, harga Bitcoin (BTC) turun menuju US$26.700 dan kemudian dilaporkan berada sekitar US$26.870, di bawah ambang psikologis US$27.000. Sebaliknya, token XDC dari XDC Network, sebelumnya bernama XinFin, dilaporkan naik sekitar 11% secara harian setelah kenaikan yang lebih besar pada pagi hari mulai mereda. Angka-angka tersebut merupakan kutipan harga historis dalam laporan. Pergerakan yang berdekatan waktunya dengan pemungutan suara tidak membuktikan bahwa keputusan itu merupakan satu-satunya penyebab.

Grafik harga XDC/USD. Sumber: TradingView
Selain persoalan batas utang, laporan mengaitkan ketidakpastian pasar dengan kekhawatiran inflasi dan penantian laporan ketenagakerjaan Mei yang dijadwalkan terbit pada 2 Juni 2023. Loretta Mester, yang saat itu memimpin Federal Reserve Bank of Cleveland, disebut masih mendukung kenaikan suku bunga. Tambahan 180.000 pekerjaan nonpertanian yang disebut dalam artikel merupakan perkiraan sebelum rilis. Pengumuman awal BLS pada 2 Juni melaporkan tambahan 339.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran 3,7%. Angka ketenagakerjaan yang melampaui perkiraan tidak otomatis menentukan arah harga kripto.
CEO BlackRock (BLK ), Laurence Fink, saat itu menilai bahwa negosiasi yang berlarut-larut dan risiko gagal bayar pemerintah AS merusak kepercayaan pada dolar sebagai mata uang cadangan dunia. Sebagian pengamat memperkirakan Bitcoin dapat diuntungkan oleh ketidakpastian itu. Hal tersebut merupakan pandangan pasar, bukan hasil yang sudah pasti.
Fink menyatakan bahwa ia mengharapkan penyelesaian, tetapi menilai perselisihan tersebut membahayakan status dolar sebagai mata uang cadangan. Ia berbicara pada konferensi jasa keuangan Deutsche Bank (DB ) pada 31 Mei 2023.
Fink memperkirakan sedikitnya dua kenaikan suku bunga tambahan karena ia menganggap inflasi masih persisten. Itu merupakan prediksinya, bukan keputusan Federal Reserve yang sudah ditetapkan. Pernyataan bahwa sama sekali tidak ada perlambatan inflasi juga perlu dipahami sebagai penilaiannya: Beige Book Fed pada 31 Mei menyebut laju kenaikan harga melambat di banyak distrik. Analis turut membahas kemungkinan tekanan likuiditas ketika Departemen Keuangan mengisi kembali saldo kas setelah pembatasan utang ditangguhkan.
Peneliti Tom Dunleavy memperkirakan melalui Twitter bahwa pengisian kembali sekitar US$500 miliar ke Treasury General Account (TGA), melalui penerbitan surat utang, dapat mengurangi likuiditas untuk aset berisiko. Jumlah tersebut merupakan estimasi, bukan saldo kas negatif atau kepastian bahwa seluruh dana akan keluar dari pasar kripto. Dampaknya juga bergantung pada sumber dana pembeli surat utang.
Untuk informasi lebih lanjut, baca panduan kami tentang investasi Bitcoin dan investasi XDC.












