Aset digital
Bagaimana Siaran Pers Kripto Menjadi Penguat Penipuan
Para peneliti terus memperingatkan risiko siaran pers kripto yang semakin sulit dibedakan dari berita sebenarnya. Konten semacam ini dapat mengarahkan investor ke proyek meragukan dan kerugian. Artikel ini menjelaskan mengapa kehati-hatian diperlukan serta bagaimana industri kripto sampai pada kondisi tersebut.

Para peneliti terus mengemukakan alasan untuk mewaspadai siaran pers kripto. Konten ini semakin sulit dibedakan dari berita sungguhan sehingga terus mengarahkan investor ke proyek meragukan dan akhirnya pada kerugian. Berikut alasan perlunya berhati-hati terhadap siaran pers kripto dan bagaimana industri ini sampai pada kondisi tersebut.
Siaran pers kripto semakin mengaburkan batas antara iklan dan jurnalisme, memperluas penyebaran penipuan, misinformasi, dan risiko bagi investor. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar saluran distribusi siaran pers kripto kurang menerapkan ketelitian editorial dan didominasi konten promosi atau berisiko tinggi.
Perkembangan siaran pers
Banyak hal berubah sejak Ivy Lee menulis siaran pers pertama pada 1906. Saat itu, Lee perlu menerbitkan keterangan faktual mengenai kecelakaan kereta di Atlantic City yang menewaskan lebih dari 50 orang.
The New York Times memuat seluruh keterangannya. Hal ini memperkuat gagasan bahwa pernyataan semacam itu dapat digunakan untuk mengendalikan narasi suatu peristiwa. Gagasan tersebut berkembang ketika semakin banyak perusahaan menggunakan siaran pers untuk memberi informasi kepada masyarakat dengan sudut pandang mereka sendiri.
Siaran pers mendukung mesin propaganda perang
Selama Perang Dunia II, siaran pers menjadi sarana untuk meningkatkan semangat dan menyampaikan informasi penting mengenai upaya perang. Setelah perang, perusahaan mengadopsi nada dan format yang sama serta menerbitkan siaran pers secara rutin.
Era digital
Internet semakin meningkatkan frekuensi siaran pers. Perusahaan kini dapat dengan mudah membuat rilis untuk setiap produk atau acara baru. Perubahan siaran pers menjadi komoditas pada akhirnya mengaburkan batas antara iklan dan berita.
Seperti perusahaan sebelumnya, perusahaan kripto mengandalkan siaran pers untuk menyampaikan informasi kepada publik. Mereka menggunakan layanan distribusi siaran pers kripto. Pendekatan ini berada di antara upaya bursa menyajikan pencatatan token baru sebagai berita dan pemasangan iklan berbayar.
Bagaimana proyek kripto menjadikan siaran pers sebagai alat manipulasi
Ledakan penawaran koin perdana atau ICO mendorong penggunaan siaran pers sebagai alat manipulasi. Penipu menyadari bahwa rilis dapat mengubah persepsi publik terhadap produk baru dan menciptakan kesan legitimasi yang palsu.
Artikel bersponsor dan siaran pers
Komodifikasi jurnalisme ini terus memburuk karena siaran pers masa kini dirancang agar menyerupai berita dalam segala hal. Artikel bersponsor memungkinkan perusahaan media menyisipkan promosi terselubung di antara berita lain, meningkatkan keuntungan, dan mengabaikan standar jurnalistik.
Standar siaran pers
Dahulu, siaran pers harus memenuhi standar yang ketat. Misalnya, perusahaan tidak bisa menyebut dirinya “terbaik di dunia” atau “nomor satu” tanpa upaya verifikasi dari media. Proses tersebut penting untuk menjaga integritas platform bagi pembaca.
Perusahaan membayar biaya penerbitan lalu memastikan rilisnya memenuhi berbagai persyaratan, termasuk tidak berupa iklan. Hasilnya adalah aliran informasi yang terstandardisasi dan dapat ditelusuri jurnalis untuk menemukan topik menarik yang layak diberitakan.
Distribusi siaran pers kripto dan runtuhnya standar editorial
Layanan distribusi siaran pers kripto lahir dari kebutuhan bursa untuk memberi informasi dan menjual promosi pencatatan token kepada klien. Layanan ini mencampurkan iklan dan siaran pers dengan cara yang dapat menimbulkan masalah jika disalahgunakan.
Saluran distribusi tersebut memungkinkan penyebaran konten sekaligus menghasilkan pendapatan bagi perusahaan media. Namun, standar editorial rilis berbayar jauh lebih rendah daripada siaran pers tradisional karena hampir mustahil mengikuti arus pencatatan token baru dan perkembangan kripto yang tidak pernah berhenti.
Publikasi massal dan berulang
Banyaknya siaran pers kripto yang diterbitkan setiap hari membuat pemeriksaan fakta atas semuanya tidak mungkin dilakukan. Layanan ini juga dijual dalam paket yang terkadang mencakup penerbitan di ribuan media.
Distribusi besar-besaran tersebut dipakai untuk membenarkan tarif yang lebih tinggi bagi perusahaan penerbit rilis. Namun, hal itu tidak otomatis meningkatkan visibilitas di mesin pencari. Google telah lama memiliki cara untuk mengurangi konten duplikat dalam hasil pencariannya.
Sayangnya, promosi menyesatkan terus meningkat. Istilah seperti “mengubah permainan”, “didukung AI”, dan “aset dunia nyata” kini lazim muncul meskipun tidak berkaitan dengan produknya. Dalam sekitar 50% unggahan, istilah populer itu sekadar campuran konten AI bermutu rendah dan keserakahan perusahaan, dikemas untuk menimbulkan rasa takut ketinggalan peluang atau FOMO, bukan untuk memberi informasi.
Penyalahgunaan siaran pers kripto semakin marak
Sebuah laporan baru dari Chainstory membahas tren yang mengkhawatirkan ini dan bagaimana kondisinya memburuk. Laporan tersebut menyebutkan bahwa dari 2.893 siaran pers yang diterbitkan pada 16 Juni hingga 1 November 2025, hanya 2% yang benar-benar membahas pendanaan atau perkembangan penting yang layak diberitakan.
Pusat promosi terselubung
Laporan mengelompokkan unggahan berdasarkan sejumlah kategori, termasuk nada penulisannya. Peneliti menilai sektor distribusi rilis ini terasa seperti pemasaran, dengan lebih dari separuh konten melebih-lebihkan produk atau layanan.
Perubahan kecil pada protokol, pencatatan token, dan penjualan token mendominasi daftar. Dari hampir 3.000 unggahan, peneliti menemukan hanya 58 pengumuman mengenai perkembangan nyata, termasuk pendanaan dan temuan penelitian.
Materi promosi
Peneliti menggolongkan 19% konten sebagai materi promosi perusahaan yang ditujukan langsung kepada pembaca, bukan pers. Hanya 10% siaran pers yang diteliti bahkan memenuhi kriteria nada netral. Angka ini semakin memprihatinkan mengingat netralitaslah yang membuat siaran pers berguna bagi jurnalis.
Siapa yang menerbitkan promosi ini dan menyebutnya berita?
Geser ke samping untuk melihat tabel →
| Klasifikasi | Proporsi siaran pers | Karakteristik umum | Tingkat risiko bagi investor |
|---|---|---|---|
| Sah / berisiko rendah | 27% | Pengungkapan jelas, tim dapat diverifikasi, pengumuman bermakna | Rendah |
| Netral / informatif | 10% | Nada faktual, promosi terbatas, format ditujukan kepada pers | Sedang |
| Berisiko tinggi / mengindikasikan penipuan | 33% | Istilah populer, klaim berlebihan, kegunaan atau peta jalan tidak jelas | Tinggi |
| Penipuan terkonfirmasi atau diduga | 29% | Tim anonim, janji imbal hasil terjamin, penambangan awan, kemitraan palsu | Sangat tinggi |
Di sinilah datanya menjadi mengkhawatirkan. Laporan menemukan bahwa sebagian besar perusahaan yang membayar distribusi siaran pers kripto berisiko tinggi. Penelitian memperkirakan hingga 29% rilis berasal dari penipuan. Hanya 27% rilis yang diteliti berasal dari usaha yang sah dan berisiko rendah.
Bursa
Seperti dapat diperkirakan, bursa kripto besar merupakan bagian penting dari pihak yang menerbitkan konten. Mereka mengumumkan setiap pembaruan, pencatatan token, dan promosi. Bursa menyumbang 24% dari seluruh rilis.
Proyek kecil dan berisiko tinggi
Proyek yang kurang dikenal atau platform berisiko tinggi terus membanjiri saluran distribusi. Biasanya mereka adalah usaha sangat kecil tanpa likuiditas nyata atau komunitas yang berarti. Rilis digunakan untuk memberi kesan sah pada kegiatannya dan menarik investor.
Penipu menyukai siaran pers
Secara keseluruhan, peneliti mengategorikan 62% siaran pers sebagai kemungkinan penipuan. Angkanya meningkat hingga 90% untuk usaha penambangan awan. Beberapa bahkan mengaku sebagai merek paling tepercaya di pasar meskipun sama sekali tidak dikenal.
Apa dampak penyalahgunaan siaran pers kripto terhadap pasar?
Meningkatnya rilis kripto berisi promosi terselubung dapat menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah hancurnya kredibilitas jurnalistik. Ketika semakin banyak proyek membayar promosi, pembaca menjadi kebal sehingga proyek menerbitkan lebih banyak lagi. Terbentuklah siklus promosi yang terus memperkuat dirinya sendiri.
Misinformasi
Banjir laporan palsu dan produk yang dipromosikan secara berlebihan membuat sebagian investor meninjau tahun lalu dan menyadari bahwa kali ini tidak ada musim altcoin. Terlepas dari semua kehebohan dan promosi, sebagian besar altcoin berkinerja buruk.
Kesenjangan dengan kenyataan ini menunjukkan bahaya yang ditimbulkan struktur informasi tersebut. Karena sebagian besar rilis menyasar investor kripto yang belum berpengalaman, potensi kerugian pun dapat membesar.
Risiko hukum
Media perlu mempertimbangkan sejumlah risiko hukum. Kerugian akibat penipu akan bertambah seiring waktu. Pada suatu titik, regulator dapat mulai memandang media sebagai pihak yang turut bertanggung jawab atas kerugian dari proyek yang dipromosikannya tanpa kehati-hatian.
Bisakah kepercayaan terhadap media kripto dipulihkan?
Investor sudah mulai meninggalkan layanan distribusi rilis sebagai sarana yang dapat diandalkan untuk mengikuti perkembangan pasar. Situasi ini mengancam keberadaan sumber informasi berharga yang sebelumnya bisa mereka percayai.
Cara mengenali siaran pers berbayar yang menyamar sebagai berita
Ada beberapa langkah untuk meningkatkan kemampuan mengenali siaran pers yang telah menjadi produk pemasaran. Pertama, waspadai bahasa yang bombastis. Siaran pers yang baik semestinya singkat, padat, dan bebas dari nada promosi.
Proyek yang sah jarang bergantung pada rilis berbayar untuk berita besar
Dalam kebanyakan kasus, proyek yang sah dan memiliki berita nyata tidak kesulitan mendapatkan liputan. Mereka tidak perlu membayar untuk liputan independen. Jika memilih publikasi berbayar, mereka hanya menggunakan platform dengan standar editorial tertinggi.
Situs media mengambil langkah
Tidak semua platform kripto mendukung maraknya rilis yang mencurigakan. Banyak yang kini menambahkan label “disediakan oleh sponsor” agar pembaca dapat membedakan spam dari informasi nyata. Kondisi inilah yang membuat Securities.io berhenti menawarkan layanan siaran pers bertahun-tahun sebelumnya.
Pada dasarnya, perlakukan siaran pers kripto sebagai pemasaran. Proyek yang sah jarang mengandalkan saluran berbayar untuk perkembangan penting, dan bahasa promosi yang berlebihan merupakan tanda bahaya yang konsisten.
Kesimpulan: waspadai siaran pers
Di masa ketika orang mudah terjebak dalam ruang gema informasi dan terdorong FOMO, penting untuk tetap mengikuti media dan proyek yang bereputasi baik. Semoga dalam beberapa bulan mendatang, semakin banyak platform memberi label sesuai sifat sebenarnya dari rilis tersebut: promosi terselubung.
Baca berita aset digital lainnya di sini.












