Aset digital
ASX menghentikan pengembangan rancangan blockchain pengganti CHESS untuk ditinjau ulang (2022)

Pada November 2022, Bursa Efek Australia (ASX) menghentikan kegiatan pengembangan rancangan blockchain yang saat itu disiapkan untuk menggantikan Clearing House Electronic Subregister System (CHESS), sistem penyelesaian transaksi saham Australia. Inisiatif blockchain ini dimulai pada 2016 dan mengalami berbagai kendala serta penundaan. Tujuannya adalah menyediakan pengganti yang lebih cepat dan hemat biaya bagi CHESS, yang ketika artikel ini terbit sudah berusia sekitar 25 tahun. Setelah tinjauan internal ASX dan tinjauan independen Accenture, pengembangan rancangan tersebut dihentikan sementara untuk penilaian ulang. Pengumuman itu tidak berarti ASX meninggalkan tujuan mengganti CHESS sama sekali.
ASX mengumumkan penghapusan nilai tercatat perangkat lunak yang telah dikapitalisasi sebesar 245–255 juta dolar Australia sebelum pajak. Ini merupakan beban nonkas, bukan pembayaran baru sebesar itu. Artikel pada 2022 membulatkannya menjadi sekitar 250 juta dolar Australia, atau sekitar 170 juta dolar AS menurut konversi saat itu. Artikel juga menyebut kemungkinan kompensasi bagi perusahaan perdagangan yang sudah mengeluarkan biaya besar untuk menyesuaikan sistem mereka dengan proyek tersebut; kemungkinan itu bukan pengumuman bahwa kompensasi sudah dibayarkan.
Mengapa rancangan blockchain itu ditinjau ulang?
Pada Agustus 2022, ASX mengumumkan penunjukan Accenture untuk meninjau aspek proyek. Tinjauan independen tersebut menyatakan bahwa perangkat lunak aplikasi baru sekitar 63% selesai, yakni bagian yang telah diserahkan dan sebagian besar diuji untuk kebutuhan fungsional maupun nonfungsional. Angka itu bukan ukuran penyelesaian seluruh pekerjaan proyek. Tinjauan juga menemukan komunikasi yang tidak efektif antara ASX dan penyedia teknologinya, Digital Asset, termasuk pelaporan yang terpisah-pisah sehingga pandangan mereka mengenai kemajuan proyek tidak selaras.
Direktur Utama dan CEO ASX Helen Lofthouse mengatakan, “Mengganti CHESS adalah pekerjaan yang besar dan kompleks. Walaupun ASX ingin mengadopsi teknologi yang bermanfaat bagi pasar, jelas bahwa kami perlu meninjau kembali rancangan solusi serta memvalidasi dan menguji masukan dari tinjauan independen untuk menilai perubahan yang diperlukan agar proyek dapat dihadirkan ke pasar secara aman, efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang.”
Lofthouse menjelaskan bahwa ASX akan terus memelihara CHESS yang ada sambil menilai solusi yang direvisi. Menurut uraian laporan dalam artikel saat itu, enam masalah utama meliputi pencatatan kepemilikan (Holdings), penyelesaian secara berkelompok (Batch Settlement), dukungan pemrosesan massal dan ketahanan sistem (Bulk Process Support and Resiliency), pencocokan bilateral (Bilateral Matching), pemberitahuan kepada penerbit (Issuer Notifications), serta dukungan untuk Ex-Transactions. Tantangan teknisnya mencakup latensi, pemrosesan serentak, pemrosesan batch dan batasan teknis lainnya.
Artikel tersebut menjelaskan temuan mengenai latensi pada rancangan yang ditinjau. Dalam arsitektur itu, perjalanan data bolak-balik ketika transaksi dikirim ke node klien dan data ditulis pada buku besar terdistribusi menambah waktu tunggu. Ini merupakan masalah rancangan yang dibahas, bukan pernyataan bahwa semua sistem terdistribusi memiliki kinerja yang sama. Model operasi ASX memerlukan pemrosesan batch, yaitu memproses sekumpulan transaksi bersama-sama. Menurut uraian tinjauan tersebut, pengelompokan transaksi menghadapi batasan yang masih perlu diuji lebih lanjut. Batasan lain juga dapat menghambat kemampuan sistem untuk dikembangkan.
ASX menyatakan bahwa langkah berikutnya pada saat itu adalah melakukan perencanaan lebih lanjut untuk memahami dan mengevaluasi pilihan rancangan pengganti CHESS beserta dampaknya. Perusahaan juga menyatakan akan terus bekerja secara konstruktif dengan pemerintah dan badan pengawas, termasuk mengenai langkah pengawasan yang mungkin timbul sebagai tanggapan atas pengumuman tersebut.












